Selasa, 03 April 2012


                        Jenis-jenis Bank
            1.         Dilihat dari Segi Fungsinya
a.    Bank Umum
Pengertian bank umum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam dalam lalu lintas pembayaran.
b.   Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Pengertian bank perkreditan rakyat (BPR) menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998  adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
            2.         Dilihat dari Segi Kepemilikannya
a. Bank milik pemerintah
Bank yang modal dan akte pendiriannya dimiliki pemerintah, misalnya Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN. Sedangkan bank dimiliki pemerintah daerah (pemda) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi, misalnya BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Barat dan Bpd lainnya.
b.   Bank milik swata nasional
Bank yang modal dan akte pendiriannya dimiliki swasta nasional, misalnya Bank Muamalat, Bank BCA dan lainnya.
c.    Bank milik koperasi
Bank yang kepemilikan saham-sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi, misalnya Bank Uum Koperasi Indonesia.
d.   Bank milik asing
Bank yang dimiliki swasta asing atau cabang dari bank yang ada di luar negeri, misalnya Bank of Tokyo, Bank of America dan lainnya.
e.    Bank milik campuran
Bank yang sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh warga Indonesia seperti Ing Bank, Inter Pacific Bank dan lainnya.
            3.         Dilihat dari Segi Status
a.  Bank Devisa
     Bank  yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer keluar negeri, inkaso keluar negeri, travellers cheque, pembukaan dan pembayaran Letter of Credit dan transaksi lainnya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditentukan oleh Bank Indonesia.
b.   Bank non devisa
Bank yang belum mempunyai izin untuk melakukan transksi sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti bank  devisa.
             4.        Dilihat dari Segi Cara Memperoleh Keuntungan
                        a.         Bank yang berdasarkan prinsip konvensional
Bank konvensional adalah bank yang dalam aktivitasnya, baik menghimpun dana maupun dalam rangka penyaluran dananya, memberikan dan mengenakan imbalan berupa uang atau sejumlah imbalan dalam persentae tertentu dari dana untuk suatu periode tertentu. Persentase tersebut biasanya ditetapkan per tahun.

b.                      Bank yang berdasarkan prinsip syariah
Bank yang menerapkan  aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain baik dalam hal untuk menyimpan dana atau pembiayaan usaha atau kegiatan perbankan lainnya.

           


Aturan Penting saat Minum Jus
Pengolahan jus yang tidak benar, waktu yang tidak tepat atau cara pandang yang salah terhadap jus membuat nilai jus berkurang bagi tubuh. Agar minuman segar ini tidak sia-sia, beberapa aturan dalam minum jus antara lain:
  • Jus asam bukan untuk pagi hari
Senang membuka hari Anda dengan minum jus di pagi hari? Memang, pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk minum jus, karena jus buah mengandung banyak air dan serat yang akan bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Agar tidak sakit perut, hindari buah-buahan asam untuk jus di pagi hari. Pisang, pepaya, apel atau wortel bisa menjadi pilihan buah yang tepat untuk jus di pagi hari.
  • Jus bukan pengganti makanan
Saat sedang diet atau untuk kesehatan, boleh saja mengganti makan malam Anda dengan segelas jus. Tetapi, bukan berarti sarapan dan makan siang juga hanya dengan minum jus dengan maksud menurunkan berat badan. Kebutuhan nutrisi tetap harus dipenuhi dari makanan lain. Buah-buahan tidak akan dapat memenuhi kebutuhan 1.800 kkal, jumlah minimum kalori yang harus dipenuhi dalam sehari. Akibatnya, kekebalan tubuh akan melemah.

Walau berat badan mungkin dapat turun dengan drastis tetapi akan cepat naik saat makan dengan pola yang semula. Karena minum jus tidak mengurangi lemak, hanya mengurangi air dalam tubuh.
  • Jus bukan pengganti buah
Minum jusTerus-menerus mengkonsumsi jus, tanpa mengkonsumsi buah secara langsung tidak baik. Ini dapat meningkatkan berat badan. Perlunya tetap mengkonsumsi buah segar bermanfaat bagi lambung, karena pada saat proses mengunyah, lambung akan bekerja dan membakar kira-kira 20 kkal. Jadi, tetaplah konsumsi buah segar, tidak seluruhnya dapat diganti dengan jus.


  • Jus diminum beserta ampasnya
Jika Anda membuat jus dengan menggunakan juicer, ampasnya akan terpisah. Walau mungkin terasa tidak enak, jangan buang ampas buah yang telah terpisah. Jika menggunakan blender, jangan saring untuk mendapatkan airnya saja, biarkan ampas tetap tercampur dan diminum. Pada ampas buah terdapat serat dan vitamin, yang paling umum adalah vitamin C. Hal ini sangat bermanfaat bagi tubuh.
  • Jus jangan disimpan dalam waktu lama
Jus yang telah dibuat sebaiknya segera diminum. Membuat jus yang baru kemudian diminum pada siang atau sore hari menurunkan manfaat dari jus. Vitamin yang ada dapat dirusak oleh oksigen dan ultraviolet yang ada di sekitar kita. Jika tidak bisa mengkonsumsi jus secara langsung, dapat dilakukan dengan cara membuat jus sedingin mungkin, kemudian disimpan dalam termos alumunium yang tertutup rapat. Kondisi dingin dan perlindungan dari cahaya membantu mempertahankan vitamin yang ada pada jus selama 4 jam.
  • Jus tidak selalu rendah kalori
Tidak berarti semua buah rendah kalori dan akan membantu diet Anda. Buah seperti alpukat, nangka dan durian adalah buah-buahan dengan kalori tinggi, yaitu sekitar 200 kkal. Jika ingin jus dengan kalori rendah, dapat memilih buah jeruk, apel, melon, semangka atau pir yang kandungan kalorinya sekitar 80 kkal. Jika berat badan berlebih, sebaiknya pilih jus buah dengan kalori rendah.
  • Jus tidak selalu harus buah
Sayur-sayuran dapat dibuat menjadi jus. Rasa pahit pada sayur dapat diatasi dengan mengkombinasikan sayuran dengan buah, sehingga rasanya lebih segar.

Tidak hanya sayur, jus dapat merupakan kombinasi dari buah dan rempah-rempah. Misalnya, dengan menambahkan jahe yang dapat menghangatkan tubuh juga menambah daya tahan tubuh. Dapat juga tambahkan sedikit kayu manis pada jus Anda.
  • Jus menggunakan buah-buahan segar
Agar mendapatkan khasiat yang maksimal, gunakan buah atau sayuran segar yang masih dalam kondisi segar. Jangan karena melihat buah atau sayur mulai layu, lalu karena sayang akhirnya dibuat jus. Ini akan membuat kualitas jus berkurang.
  • Jus dengan berbagai variasi
Jangan hanya membuat jus dari buah yang itu-itu saja. Misalnya, karena menyukai buah jeruk, setiap hari jus yang diminum hanya jus jeruk. Ganti dengan buah lain yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda agar tubuh memperoleh manfaat. Mengkombinasikan berbagai buah dalam satu gelas jus merupakan cara praktis agar tubuh memperoleh beberapa manfaat dalam satu kali teguk. Campuran jeruk dan apel, pisang dan apel, wortel dan tomat atau apel dan anggur merupakan kombinasi yang dapat dicoba karena memberi beberapa manfaat sekaligus.
  • Jus dengan tambahan gula, madu atau susu
Untuk menambah kenikmatan jus, biasanya ditambahkan gula, madu atau susu. Ada beberapa aturan jika ingin menambahkan jus Anda dengan salah satu pasangannya ini. Perhatikan banyaknya gula atau madu yang akan digunakan atau pilihan susu.

Jika ingin menambahkan dengan gula, coba ingat-ingat dahulu sudah berapa banyak gula yang Anda konsumsi hari ini. Idealnya, tubuh hanya boleh menerima 50 gr gula per hari. Satu sendok teh gula, beratnya sekitar 4 gram. Jika dari pagi Anda sudah menikmati ice cream, kue, cake atau teh manis, sesuaikan gula yang akan ditambahkan dalam jus agar tidak kelebihan konsumsi gula.

Madu merupakan pemanis alami yang mengandung karbohidrat, protein, asam amino, vitamin dan mineral. Tetapi, kandungan kalori dari madu lebih besar daripada gula. Satu sendok madu memiliki kalori 64 kkal. Maka, jika ingin menambahkan madu, sebaiknya hanya dalam porsi kecil, terlebih rasa madu yang lebih manis dari gula.

Menambahkan jus dengan susu membuat jus mendapat tambahan protein, kalsium dan lemak dari susu. Yang harus diperhatikan adalah jenis susu yang akan ditambahkan. Jika tidak ada masalah dengan berat badan, dapat menggunakan susu full cream. Kebalikannya, adalah menggunakan susu low fat jika ingin menjaga berat badan dan agar lemak tidak berlebih.

 

Kesimpulan :

Jus merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan, tapi jika minum jus tanpa aturan juga kurang baik. Oleh karena itu, sebaiknya minumlah jus yang sesuai dengan aturan agar jus dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan.


Nama    : Syuhada Makarim
NPM      : 22209295
Kelas     : 3 EB 13
Tugas    : Bahasa Inggris 2 TOEFL
1.       Nobody know (A) when the process (B) of glass-making was (C) invented (D) .
Wrong (A)
kata yang salah adalah know (A) karena subjeknya singular, jadi seharusnya Knows
Kalimat yang benar :
“Nobody knows when the process of glass making was invented.”

2.       The languanges of the world presents (A) a vast array (B) of structural similarities (C) and differences (D).
Wrong (A)
kata yang salah adalah presents A karena subjek yang ada pada kalimat berbentuk plural, yaitu “The Languanges”
Kalimat yang benar :
” The languanges of the world present a vast array of structural similarities and differences.”

3.        The rise of multinationals have (A) resulted (B) in a great deal of legal deal of legal ambiguity because multinationals can (C) operate (D) in so many jurisdictions.
Wrong (A)
kata yang salah adalah have karena subjek di dalam kalimat berbentuk singular yaitu “the rise”
Kalimat yang benar :
“The rise of multinationals has resulted in a great deal of legal deal of legal ambiguity because multinationals can operate in so many jurisdictions.”

4.        All of the east-west interstate highways in the United States has (A) even numbers (B), while north-south interstate highways are (C) odd-numbered (D).
Wrong (A)
kata yang salah adalah has karena subjeknya plural
Kalimat yang benar adalah :
“ All of the east-west interstate highways in the United States have even numbers, while north-south interstate highways are odd-numbered.”

5.        When (A) a massive star in large Magellanic Cloud exploded (B) in 1987, a wave of neutrinos were (C) detected (D) on earth.
Wrong (C)
kata yang salah adalah were karena ‘a wave’ adalah singural subject .
kalimat yang benar :
“ When a massive star in large Magellanic Cloud exploded in 1987, a wave of neutrinos was detected on earth.”

6.        Every open spacein the targeted (A) area that has (B) grass and a few bushes are (C) occupied (D) by the white-crowned sparrow.
Wrong (C)
kata yang salah adalah are karena  subjeknya singular.
Kalimat yang benar :
“ Every open spacein the targeted area that has grass and a few bushes is occupied by the white-crowned sparrow.”

7.        Krakatau is remembered (A) as the vulcano that put (B) so much ash into the air that sunsets around theworld was affected (C) for two years afterward (D).
Wrong (C)
Because ‘was affected’ is deserve for “that sunsets” as the subject, which has plural meaning.
Kalimat yang benar :
“Krakatau is remembered as the vulcano that put (B) so much ash into the air that sunsets around theworld were affected for two years afterward.”

8.        The term “Yankee” was (A) originally a nickname for people from New England, but now anyone from United Stated are (B) referred (C) to as (D) a Yankee.
Wrong (B)
“Anyone from United State” adalah subject yang berbentuk singular
Kalimat yang benar :
“ The term “Yankee” was originally a nickname for people from New England, but now anyone from United Stated is referred to as a Yankee.”

9.        A network of small arteries, mostly sandwiched (A) between the skin and the underlying (B) supply (C) ¬blood (D) to the face and scalp.
Wrong (C)
Because a network is singular so supply become supplies.
kalimat yang benar :
“ A network of small arteries, mostly sandwiched between the skin and the underlying supplies ¬blood to the face and scalp.”

10.    Mesquite is (A) a small (B) tree in the southwest who (C) can withstand (D) the severest drought.
Wrong (C)
Because the subject not people is noun.
Kalimat yang benar :
“ Mesquite is a small tree in the southwest which can withstand the severest drought.”

Sabtu, 17 Maret 2012

Nama              : Syuhada Makarim
Kelas               : 3 EB 13
NPM                : 22209295
Tugas              : B. Inggris  1(TOEFL)

Exercise A
W 2. Each day practiced the piano for hours.
Answer
2. Each day he practiced the piano for hours.


Exercise B
R 9. The plane from New York circling the airport.
Answer
9. The plane from New York circling the airport.


Exercise C
5. Between 1725 and 1750, New England withnessed an increase in the specialization of .....

a. occupations                                                 c. Occupies
b. they occupied                                              d. It occupied them

Answer
5. Between 1725 and 1750, New England withnessed an increase in the specialization of occupations.

memilih
a. occupations : karena terdapat kata of, jadi akan selalu diikuti kata benda/ noun

tidak memilih
b. they occupied : karena terdapat subject dan verb

c. Occupies : karena bersifat plural

d. It occupied them : karena terdapat subject dan verb



ket : 
subject : bold, underline
verb : bold, underline, italic



Selasa, 20 Desember 2011

Tugas B. Indonesia Penalaran Deduktif

Nama : Syuhada Makarim
NPM : 22209295
Kelas : 3 EB 13

I. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berawal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Penalaran ini biasanya didasarkan atas prinsip, hokum, teori atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal ataupun gejala. Selain itu, metode ini diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.
Di dalam penalaran deduktif, berdasarkan atas premis itu ditarik kesimpulanya yang sifatnya lebih khusus. Dengan demikian, sebenarnya, penarikan kesimpulan secara deduktif itu secara tersirat sudah tercantum dalam premisnya. Sifat itu membedakan penalaran deduktif dari penalaran induktif.
Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).

II. Silogisme

Merupakan suatu cara penalaran yang formal. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Misalnya ucapan “Ia dihukum karena melanggar peraturan “X”, sebenarnya dapat kita kembalikan ke dalam bentuk formal berikut :

a. Barang siapa melanggar peraturan “X” harus dihukum.
b. Ia melanggar peraturan “X”
c. Ia harus dihukum.

Bentuk seperti itulah yang disebut silogisme. Kalimat pertama (premis ma-yor) dan kalimat kedua (premis minor) merupakan pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan (kalimat ketiga).
Pada contoh, kita lihat bahwa ungkapan “melanggar …” pada premis (mayor) diulangi dalam (premis minor). Demikian pula ungkapan “harus dihukum” di dalam kesimpulan. Hal itu terjadi pada bentuk silogisme yang standar.
Akan tetapi, kerap kali terjadi bahwa silogisme itu tidak mengikuti bentuk standar seperti itu. Misalnya :

a. Semua yang dihukum itu karena melanggar peraturan
b. Kita selalu mematuhi peraturan
c. Kita tidak perlu cemas bahwa kita akan dihukum

• Pernyataan itu dapat dikembalikan menjadi:
a. Semua yang melanggar peraturan harus dihukum
b. Kita tidak pernah melanggar (selalu mematuhi) peraturan
c. Kita tidak dihukum.

• Secara singkat silogisme dapat dituliskan { JikaA=B dan B=C maka A=C }

• Silogisme dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :

1. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Yang perlu dicermati adalah pola penalaran yang digunakan dalam silogisme kategorial, biasanya dalam kehidupan sehari-hari kita tidak demikian terlihat, entah di realita pembicaraan sehari-hari, lewat surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain. Oleh sebab itu, dalam menyimak atau mendengarkan atau menerima pendapat seseorang, kita perlu berpikir kritis melihat dasar-dasar pemikiran yang digunakan sehingga kita dapat menilai seberapa tingkat kualitas kesahihan pendapat itu. Dalam hal seperti ini kita perlu menenentukan:

1. Kesimpulan apa yang disampaikan;
2. Mencari dasar-dasar atau alasan yang dikemukakan sebagai premis-premisnya
3. Menyusun ulang silogisme yang digunakannya; kemudian melihat kesahihannya berdasarkan ketentuan hukum silogisme.

Berdasarkan hal tersebut tentu saja kita akan mampu melihat setiap argumen, pendapat, alasan, atau gagasan yang kita baca atau dengar. Dengan demikian, secara kritis kita mengembangkan sikap berpikir ke arah yang cerdik, pintar, arif, dan tidak menerima begitu saja kebenaran / opini yang dikemukakan pihak lain. Berdasarkan hal inilah akhirnya kita mampu menerima, meluruskan, menyanggah, atau menolak suatu pendapat yang kita terima.

• Hukum-hukum Silogisme Katagorial

1. Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus parti¬kular juga, seperti:
 Semua yang halal dimakan menyehatkan
 Sebagian makanan tidak menyehatkan,
 Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
 (Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal dimakan).

2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
 Semua korupsi tidak disenangi.
 Sebagian pejabat adalah korupsi,
 Jadi sebagian pejabat tidak disenangi.
 (Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)

a. Dari dua premis yang sama-sama negatit, tidak mendapat kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantai ya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
 Kerbau bukan bunga mawar.
 Kucing bukan bunga mawar.
….. (Tidak ada kesimpulan)

b. Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak ten menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
 Semua ikan berdarah dingin.
 Binatang ini berdarah dingin
 Jadi: Binatang ini adalah ikan.
(Padahal bisa juga binatang melata)

c. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan lenjadi salah, seperti
 Kerbau adalah binatang.
 Kambing bukan kerbau.
 Jadi: Kambing bukan binatang.
(‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang- kan pada premis adalah positif)

d. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis layor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna mda kesimpulan menjadi lain, seperti:
 Bulan itu bersinar di langit.
 Januari adalah bulan.
 Jadi: Januari bersinar di langit.
(Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor berarti planet yang mengelilingi bumi).

e. Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, preidkat, dan term menengah
( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan komklsinya.


2. Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotesis adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotesis, sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term antecindent atau terem konsekuen premis mayornya . Sebenarnya silogisme hipotesis tidak memiliki premis mayor maupun premis minor karena kita ketahui premis mayor itu mengandung terem predikat pada konklusi , sedangkan primis minor itu mengandung term subyek pada konklusi. Pada silogisme hipotesis term konklusi adalah term yang kesemuanya dikandung oleh premis mayornya, mungkin bagian antecindent dan mungkin pula bagian konsekuensinya tergantung oleh bagian yang diakui atau di pungkiri oleh premis minornya. Kita menggunakan istilah itu secara analog , karena premis pertama mengandung permasalahan yang lebuh umum , maka kita sebut primis mayor , bukan karena ia mengandung term mayor. Kita menggunakan premis minor , bukan karena ia mengandung term minor , tetapi lantaran memuat pernyataan yang lebih khusus.
Macam tipe silogisme hipotesis :

a) Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti :
• Jika hujan, saya mengenakan jas hujan.
• Sekarang hujan.
• Jadi saya mengenakan jas hujan.

b) Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuensinya, seperti :
• Bila hujan, air sungai akan meluap.
• Sekarang air sungai telah meluap.
• Jadi hujan telah turun.

c) Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecendent, seperti :
• Jika Nurdin Halid tidak mundur, maka kerusuhan akan timbul.
• Nurdin Halid mundur.
• Jadi kerusuhan tidak akan timbul.

d) Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari bagian konsekwensinya, seperti :
• Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
• Pihak penguasa tidak gelisah.
• Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

• Contoh silogisme hipotesis :

Premis Umum : Semua burung mempunyai sayap.

Premis Khusus : Merpati adalah burung.

Kesimpulan : Merpati mempunyai sayap.

3. Silogisme Alternatif

• Bentuk Silogisme Alterantif :
- Memiliki premis mayor dan premis minor.
- Premis mayor menggunakan ungkapan alternatif.
- Premis minor menolak salah satu pilihan.
- Memiliki satu konklusi.

• Misal :
Premis mayor : A atau B
Premis minor : Bukan A
Konklusi : B

Premis mayor : A atau B
Premis minor : Bukan B
Konklusi : A




III. Entimen (silogisme yang diperpendek)

Entimen merupakan jenis silogisme yang tidak memunculkan Premis Umum,langsung dimulai dengan KEsimpulan dan Premis khusus sebagai penyabab.

• Contoh:

Silogisme:

Premis Umum: Orang yang baik tidak mau berbohong

Premis Khusus: Tino orang yang baik

Kesimpulan Tino tidak mau berboohong

Entimen

Tino tidak mau berbohong sebab ia orang yang baik.

Kamis, 06 Oktober 2011

Tulisan B. Indonesia

Nama : Syuhada Makarim
NPM : 22209295
Kelas : 3 EB 13
Tugas : Tulisan tentang kesehatan

Teh Minuman Kesehatan

Teh merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis yang secara ilmiah dikenal dengan Camellia Sinensis. Dari kurang lebih 3000 jenis teh hasil perkawinan silang, didapatkan 3 macam teh hasil proses, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Cara pengolahan teh yaitu dengan merajang daun teh dan dijemur di bawah sinar matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas.
Teh hijau, jenis teh tertua, amat disukai terutama oleh masyarakat Jepang dan Cina. Di sini daun teh mengalami sedikit proses pengolahan, hanya pemanasan dan pengeringan sehingga warna hijau daun dapat dipertahankan. Sedangkan teh oolong lebih merupakan jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Ketiga jenis teh masing-masing memiliki khasiat kesehatan karena mengandung ikatan biokimia yang disebut polyfenol, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada di dalam sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur.
Subklas polifenol meliputi flavonol, flavon, flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin seperti epi-cathecin (EC), epigallo-cathecin (EGC), epigallo-cathecin gallate (EGCg), dan quercetin umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan anti oksidan kuat dengan kekuatan hingga 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E dan C yang juga merupakan antioksidan potensial. Antioksidan diketahui mampu menghindarkan sel dari kerusakan mengingat setiap kerusakan sel akan menyumbang lebih dari 50 penyakit.
Teh hijau mengandung EGCg, demikian juga teh hitam, demikian dikatakan seorang ahli biokimia. Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti Belanda menyebutkan, mengkonsumsi 4-5 cangkir teh hitam setiap hari akan menurunkan resiko stroke hingga 70% dibanding dengan mereka yang mengkonsumsi teh 2 cangkir sehari atau kurang. Laporan lainnya menyebutkan lebih banyak mengkonsumsi teh hitam berhubungan dengan rendahnya kasus serangan jantung. John Folts, Direktur Sekolah Medis, Pusat Penelitian dan Pencegahan Arteri Trombosis, Universitas Wisconsin, AS menemukan kunci khasiat dalam teh yaitu flavonoid. Hasil penelitiannya menunjukkan, flavonoid dalam teh hitam mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit hantung koroner dan stroke. Studi lain menyebutkan bahwa peminum teh fanatik memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang rendah, meskipun masih belum jelas apakah semuanya itu langsung disebabkan karena teh.
Para peneliti di Universitas Case Western Reserve, Cleveland, AS menemukan pengaruh penggunaan teh hijau pada kulit hingga 90 %. Ternyata teh sangat efektif melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Teh juga diketahui mengandung fluoride yang dapat menguatkan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Dalam suatu studi laboratorium di Jepang, para ahli menemukan bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi.
Penelitian di Jepang menunjukkan, daerah penghasil teh yang pendudukanya terkenal sebagai peminum teh fanatik, sangat rendah angka kematiannya yang disebabkan oleh kanker. Hasil studi lainnya, dilakukan kerjasama antara tim peneliti Oguni dan pusat penelitian kanker di Beijing untuk mempelajari pengaruh ekstrak teh hijau pada tikus yang telah diberi ransum makanan karsinogenik (zat pemicu kanker). Dilaporkan, angka rata-rata kanker pada tikus yang memperoleh ekstrak teh hijau setengah dari tikus yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau.
Para peneliti yakin bahwa polifenol yang dikenal sebagai cathecin yang terdapat pada teh hijau, membantu tubuh manusia melawan sel kanker. Studi lainnya dilakukan oleh Oguni dan Dr. Masami Yamada dari Hamamatsu Medical Center menemukan cathecin membunuh Helicobator pylori, bakteri pemicu kanker lambung.
Selain itu, the juga memiliki beberapa manfaat diantaranya :
- Teh bisa membantu untuk melawan kanker
Polyphenols dalam teh dapat membantu untuk mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Senyawa ini dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh.
- Teh juga bisa mengurangi penyakit jantung
Polyphenols dalam teh sangat efektif untuk mencegah kolesterol. Teh hijau memperlihatkan mampu memperbaiki sel dalam lapisan pembuluh darah.
- Teh juga sangat baik untuk kesehatan gigi
Teh dapat membantu mengurangi kerusakan gigi dan melindungi kesehatan gigi. Teh mengandung fluoride yang diperlukan untuk menjaga gigi tetap kuat dan sehat.

- Teh bisa membantu melindungi kulit
Teh juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari. Dan faktanya banyak perusahaan kosmetik sekarang ini yang menggunakan teh hijau dalam produk perawatan kecantikan yang mereka produksi.
Manfaat teh tak hanya itu saja. Selain dapat melepaskan dahaga, teh juga bisa mengurangi tingkat stres dan juga mengurangi penyakit Alzheimer.
Dengan mengosumsi teh juga bisa menyegarkan tubuh kita. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang menjadikan minum teh sebagai suatu kebiasaan atau tradisi seperti di Cina dan Jepang.

Sumber : http://www.angelfire.com/mt/matrixs/kesehatan.htm#Kandungan%20Gizi%20Kacang%20Merah
http://kosmo.vivanews.com/news/read/148073-manfaat_teh_untuk_kesehatan

tugas B. Indonesia

Nama : Syuhada Makarim
NPM : 22209295
Kelas : 3 EB 13
Tugas : Penalaran Induktif

Penalaran induktif
Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.

Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

Jenis-jenis penalaran induktif antara lain :
1.Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contohnya :
• Andhika Pratama adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
• Nia Ramadhani adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.

Generalisasi:
Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Contoh kesalahannya:
Andi juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.


Macam-macam generalisasi :
Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh:
sensus penduduk

Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh:
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.

Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.

Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3.Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

2. Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.

Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
Meramalkan kesaman
Menyingkapkan kekeliruan
klasifikasi

Contoh analogi :
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

3. Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Macam hubungan kausal :
a. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Contoh Kausal :
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Sumber :
http://utlia.wordpress.com/2010/02/26/penalaran-induktif
http://kuroinoshiroyuki.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-dan-induktif-bagian.html
http://onan-kost.blogspot.com/2010/05/paragraf-generalisasi-analogi-dan.html


Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Jenis-jenis penalaran induktif adalah :
Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
• Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
• Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Kausalitas
Kausalitas merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuri dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.
Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.
http://utlia.wordpress.com/2010/02/26/penalaran-induktif/