Sabtu, 21 Juli 2012

RESENSI SATANIC FINANCE


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…
RESENSI


Nama Buku        : Satanic Finance
Penulis             : Dr. A. Riawan Amin
Penerbit           : Zaytuna
Isi                 : 125 Halaman

Krisis ekonomi yang berlangsung saat ini bukan semata-mata terjadi begitu saja, melainkan didukung oleh aktor-aktor dibalik layar yang membuat sesuatu yang begitu buruk menjadi sesuatu yang terlihat indah untuk sesaat.

Who is the actor ?

Yaps tepat sekali, aktor itu adalah setan. Dengan berbagai tipu muslihatnya, para setan2 modern menyulap kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pribadi menjadi kebijakan yang seolah-olah menguntungkan bersama, seperti pepatah bilang
“ada udang dibalik bakwan…” hehe

Pada buku ini, dikupas berbagai trik2 setan untuk mengelabui manusia sehingga menjadi sengsara dan juga solusi menguak trik2 tersebut, agar manusia dapat hidup lebih sejahtera.

Selamat menikmati… -,-
     
1.     THE THREE PILLARS OF EVIL
Pada bab ini, dijelaskan bagaimana trik2 setan untuk menipu manusia dalam perekonomian. Ada 3 pilar setan yang membuat manusia menjadi sengsara, yaitu uang kertas, persyaratan cadangan wajib, dan riba.
A.  Uang kertas
Uang kertas atau Fiat money ini, merupakan pilar setan yang dibuat untuk mengelabui manusia, yang dibuat tanpa ada backupan logam mulia seperti emas.  Kenapa harus dibackup ?
Karena Uang ketas yang tidak ada backup logam mulianya, dapat membuat otoritas moneter di negara mana pun memungkinkan untuk mencetak uang tanpa batas. Dengan adanya uang yang beredar melebihi jumlah barang dan jasa yang di produksi, akan mengakibatkan inflasi. Jika ini terjadi, maka harga barang & jasa menjadi naik yang dikarenakan jumlah permintaan barang & jasa yang tinggi tapi barang & jasa yang diproduksi tetap.

B.  Persyaratan cadangan wajib
Persyaratan cadangan wajib atau Fractional reserve requirement, merupakan kebijakan bank sentral pada sebuah Negara yang mensyaratkan setiap bank yang beroperasi di wilayah otoritasnya untuk menyediakan sebagian kecil dana yang disetorkan deposan sebagai cadangan.
Dengan cadangan yang kecil ini, maka bank dengan leluasa mengelola dana dengan sesukanya. Hal ini menyebabkan peredaran uang menjadi berlebih sehingga akan menyebabkan inflasi.

C.  Riba
Riba atau Interest, merupakan biaya charge yang dikenakan bank untuk pinjaman atau kredit yang diberikan kepada nasabahnya.

Nah ini dia…!!!
yang saat ini menjadi jurus jitu para setan menyengsarakan umat manusia…

Dengan berlakunya bunga, maka ada 3 konsekuensi utama yang harus diterima :
1.   bunga akan terus menuntut tercapainya pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, meskipun kondisi ekonomi aktual sudah mencapai titik jenuh atau konstan.
2.  bunga mendorong persaingan diantara para pemain dalam sebuah ekonomi.
3.  bunga cenderung memposisiskan kesejahteraan pada segelincir minoritas dengan memajaki kaum mayoritas.


2.     THE LABYRINTH OF DEBT
“ semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utangnya.”
(HR. Muslim)

Pada bab ini, dijelaskan tentang peranan kartu kredit. Kartu kredit saat ini, dianggap seakan-akan pahlawan ekonomi bagi manusia. Inilah salah satu trik setan untuk membuat manusia berperilaku konsumtif. Dengan adanya kartu kredit ini, maka kita dihasut untuk terus belanja dan belanja dengan berutang. Padahal sudah jelas pada hadist diatas bahwa utang tidak akan diampuni.
Pada trik ini selain utang yang menjerat manusia, kita juga dijerat dengan bunga yang semakin tinggi apabila kita terlambat membayar tagihan. Dengan adanya hal ini, tentu manusia akan semakin sengsara dan mengakibatkan semua aspek kehidupannya menjadi kacau.


3.     THE GREEN EVIL
Pada bab ini, trik2 setan semakin indah untuk mengelabui  manusia di dunia. Dengan sebuah kalimat “the green evil…”
The Green Evil merupakan julukan untuk uang Dolar. Ini adalah trik setan yang amat sangat menipu manusia.
Saat ini dollar merupakan uang global, dimana cadangan devisa utama bagi negara-negara dunia adalah dollar. Padahal sebenarnya dollar hanyalah sebuah cek kosong yang tiada artinya sedikit pun.

Nah ini dia...!!!
Kenapa manusia yang  notabennya makhluk yang paling tinggi derajatnya bisa tertipu begitu mudahnya…

adalah The Federal Reserve System atau disingkat Federal System atau The Fred. The Fred yang merupakan antek setan ini, dibawah payung Federal Reserve Act,1913, The Fed lah yang berhak menerbitkan dan mencetak dolar. Bukan Departemen Keuangan (U.S Treasury). Dan pemiliknya adalah  sekelompok pihak swasta. Ketika mengeluarkan cek tidak perlu ada dana yang mendanai dan itu sama saja dengan mencetak uang. menulis cek itu, tidak perlu ada deposit bank yang dipakai untuk mendanai.


4.     THE HEAVEN’S CURRENCY
Pada bab ini, dijelaskan kata-kata yang begitu klise, namun memang benar adanya yaitu emas dan perak adalah “mata uang surga”.
Yaps, memang itulah sebutan yang pantas untuk EMAS dan PERAK. Diciptakannya 2 logam mulia ini, tentu memiliki fungsi yang tidak tergantikan yaitu untuk menjadi alat pengukur nilai/harga (measure of value) bagi segala sesuatu.
Emas memiliki sifat tidak bisa diubah dengan bahan kimia lain, lunak sehingga mudah ditempa dan tidak berkarat. Pada masa Rasulullah SAW emas disebut dengan Dinar yang terbuat dari emas murni = 4,25 gram. Sedangkan perak disebut Dirham yang terbuat dari perak = 3 gram. Dari sisi beratnya, 7 dinar sama dengan 10 dirham. Selain itu, mata uang ini juga sangat istimewa karena anti inflasi, contoh sbb:
di masa Rasullah SAW, harga seekor ayam sekitar 1 dirham (kira-kira lebih dari Rp 11 ribu). Seekor ayam saat ini masih bisa dibeli dengan jumlah uang dirham yang sama. Dengan kata lain setelah 14 abad harga seekor ayam kurang lebih sama.  


5.     EL LIBERTADOR
Wah tidak terasa sudah di ujung perjumpaan… J
Inilah bab terakhir yang melecutkan semangat sampai ke ubun2…hehe JJJ

“…El libertador…”

El Libertador adalah sebutan yang pernah disematkan kepada Simon Bolivar karenab telah membebaskan dan memerdekakan sebagian negara negara di Amerka Latin (Venezuela, Colombia, Bolivia, dan Peru) tak ketinggalan Kanada da Perancis.

Nah ini dia…!!!
Sosok yang dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan perekonomian yang sudah carut marut ini…
Satu-satunya solusi untuk memperbaiki keadaan dari trik2 & tipu daya setan  adalah dengan “SISTEM SYARIAH”.
Dengan sistem ini, tentu semua trik2, tipu daya & pilar2 setan dapat dihilangkan. Untuk saat ini pilar yang menjadi “primadona” para setan adalah RIBA, jadi untuk langkah awal adalah menghilangkan riba. Bidang yang saat ini banyak mengandung unsur riba adalah perbankan.
Dalam dunia perbankan saat ini, riba memang hampir menyelimuti segala transaksi di dunia perbankan konvensional, terlebih lagi dihiasi dengan istilah yang indah didengar telinga “Bunga” atau “Interest”. Dengan istilah inilah umat manusia menjadi sengsara, ditambah lagi iming2 imbalan yang besar untuk sesaat.
Untuk itu, jika ingin menjadi El Libertador” mulailah dari diri sendiri untuk tidak menggunakan produk bank konvensional.

“Berani jadi El Libertador…???”

Kamis, 31 Mei 2012


Nama             : Syuhada Makarim
NPM               : 22209295
Kelas              : 3 EB 13
Tugas             : Tulisan Inggris Bisnis


It’s me

My name is Syuhada Makarim. Born in Sleman, on 23 October 1990. I was the first child of three brothers, all of whom are boys. I am currently studying at a private university in Calcutta and majored in Accounting. In addition to a busy lecture, this time I also worked as a laboratory assistant Basis of Accounting.

My daily activities begin when the sun is still rising. I usually wake up at 3 am. After getting out of bed, bath and I was immediately followed by prayer time tahajud to morning prayers. When dawn came, I immediately rushed to perform the Fajr prayer in congregation in the mosque. After prayers go home, I always found time to watch tv and listen to lectures from the feat. Yusuf Mansur. In my opinion, the contents of his speech was very inspiring and taught me a lot about how to deal with issues of life that exists around us.

Half an hour went by and the lecture was over. After that, I was getting ready to drive my mother to work. My mother was an elementary school teacher in the Jakarta area. After I delivered my mother, I rushed home to clean the house. I used to do this activity alone, because my siblings are schools. This house cleaning activities, usually only two hours.
When finished, I immediately prepared the books, and clothes for school assignment. If preparation for college is over all, I immediately go to college. Because the campus is quite far and is also an area of
​​congestion, so I had to leave early so as not to get bogged down.
After arriving on campus, I immediately go to class for upper division courses. Course events lasted from morning until evening, so I spent much time for college.
That's a glimpse of my daily activities.

Rabu, 23 Mei 2012


Nama             : Syuhada Makarim
Kelas              : 3 EB 13
NPM               : 22209295
Tugas             : Tulisan Inggris

 

Yusuf Mansur: Cukup Hanya Allah Saja


Rangkaian Pesta Wirausaha TDA (Tangan Di Atas) 2012 di Gedung Smesco Jakarta kemarin ditutup dengan manis. Setelah dua hari penuh panggung seminar diisi dengan motivasi, teori, strategi bisnis, dan sejenisnya, penutupan yang menyentuh emosional disuguhkan dengan indah oleh Ustadz Yusuf Mansur.
Betul bisnis butuh teori, strategi, planning, dan lain-lain. Tapi ada masa dimana semua teori-teori tersebut tidak ampuh. Saat dimana semua strategi dirasa tumpul. Ketika beban berat harus dipikul. Ketika tantangan besar harus dilewati. Ketika segala cara telah diupayakan. Dan ketika kita merasa sudah tidak kuasa untuk melakukan apa pun. Hanya satu kuncinya, jelas Ustadz Yusman, serahkan segalanya kepada Allah SWT. Hanya satu. Cukup hanya Allah saja. Dia akan memberi jawaban semua masalah kita. Mengangkat semua beban kita.
Petuah Ustadz Yusman ini mirip sekali dengan dialog dalam film Di Bawah Lindungan Kabah yang pernah saya kisahkan waktu itu. Saat si tokoh utama Hamid dimusuhi oleh seluruh warga kampungnya dan diusir dari desanya, sang ibunda Hamid berkata kepadanya “Ketika kamu tidak punya siapa-siapa selain Allah, ingat lah bahwa sebenarnya Allah itu lebih dari cukup.”
Sambil mendengarkan uraian Ustadz Yusman, kenangan menerawang ke saat-saat awal membangun usaha sekitar 2.5 tahun yang lalu. Ketika saya terjebak kredit macet karena beberapa usaha yang kami buka dengan modal pinjaman dari KTA (kredit tanpa agunan), tidak profit dan akhirnya kami tutup. Masa-masa yang traumatik untuk saya dan istri, karena untuk pertama kalinya (semoga untuk yang terakhir kalinya juga) berurusan dengan debt-collector.
Saya ingat sekali saat itu Idul Fitri, di rumah ibu saya, saya terima telfon dari teman fotografer di Jogja yang mengabarkan deal membeli lensa saya. Lensa tele kesayangan saya. Ya, terpaksa saya jual untuk membayar cicilan KTA yang benar-benar mencekik saat itu. Di hari yang harusnya kita semua berbahagia, hati saya hancur. Tidak hanya karena harus berpisah dengan lensa kesayangan saya, tapi juga karena memikirkan apa lagi yang harus saya jual untuk menutupi hutang-hutang KTA tersebut.
Itu lah masa-masa di mana saya tengah malam berdoa, berpasrah diri, menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Ya, tidak ada lagi yang bisa saya lakukan selain berserah diri. Saat sekitar sunyi sepi. Saat istri dan anak-anak sudah terlelap. Di tengah ketenangan dan kesendirian seperti itu lah, kita makin menyadari, bahwa cuma hanya Allah yang bisa menolong kita. Saat-saat seperti itu, airmata tidak malu-malu untuk keluar mengalir.
Setelah melalui hari-hari penuh perjuangan, doa dan airmata, akhirnya bisa juga kami melewati masa-masa sulit itu. Kami sudah berhasil melunasi sebagian KTA-KTA tersebut. Dari lima KTA bank asing yang kami ambil, sekarang tersisa satu KTA, yang kami targetkan untuk dilunasi tahun ini.
Di kursi Pesta Wirausaha kemarin, kilasan kenangan pahit itu muncul kembali. Airmata syukur mengaliri pipi. Karena Allah lah kami bisa melewati masa-masa sulit tersebut.
La hawla wa la quwwata illa billah. Tiada daya dan kekuatan selain Allah.
.
Depok, 1 Februari 2012
Owner & CEO Semerbak Coffee
Sumber :   http://muadzin.com

Kesimpulan  :
                         Dari penjelasan diatas kita dapat belajar bahwa bagaimanapun keadaannya, seperti apapun kondisinya kita harus tetap selalu bersandar hanya kepada Allah swt. Dengan itu segala masalah, kesulitan maupun keadaan dimana kita tidak punya siapa-siapa lagi untuk dijadikan sebagai penolong, maka kita akan tegar dalam menghadapinya karena kita yakin bahwa Allah swt selalu bersama kita.