Kamis, 31 Mei 2012


Nama             : Syuhada Makarim
NPM               : 22209295
Kelas              : 3 EB 13
Tugas             : Tulisan Inggris Bisnis


It’s me

My name is Syuhada Makarim. Born in Sleman, on 23 October 1990. I was the first child of three brothers, all of whom are boys. I am currently studying at a private university in Calcutta and majored in Accounting. In addition to a busy lecture, this time I also worked as a laboratory assistant Basis of Accounting.

My daily activities begin when the sun is still rising. I usually wake up at 3 am. After getting out of bed, bath and I was immediately followed by prayer time tahajud to morning prayers. When dawn came, I immediately rushed to perform the Fajr prayer in congregation in the mosque. After prayers go home, I always found time to watch tv and listen to lectures from the feat. Yusuf Mansur. In my opinion, the contents of his speech was very inspiring and taught me a lot about how to deal with issues of life that exists around us.

Half an hour went by and the lecture was over. After that, I was getting ready to drive my mother to work. My mother was an elementary school teacher in the Jakarta area. After I delivered my mother, I rushed home to clean the house. I used to do this activity alone, because my siblings are schools. This house cleaning activities, usually only two hours.
When finished, I immediately prepared the books, and clothes for school assignment. If preparation for college is over all, I immediately go to college. Because the campus is quite far and is also an area of
​​congestion, so I had to leave early so as not to get bogged down.
After arriving on campus, I immediately go to class for upper division courses. Course events lasted from morning until evening, so I spent much time for college.
That's a glimpse of my daily activities.

Rabu, 23 Mei 2012


Nama             : Syuhada Makarim
Kelas              : 3 EB 13
NPM               : 22209295
Tugas             : Tulisan Inggris

 

Yusuf Mansur: Cukup Hanya Allah Saja


Rangkaian Pesta Wirausaha TDA (Tangan Di Atas) 2012 di Gedung Smesco Jakarta kemarin ditutup dengan manis. Setelah dua hari penuh panggung seminar diisi dengan motivasi, teori, strategi bisnis, dan sejenisnya, penutupan yang menyentuh emosional disuguhkan dengan indah oleh Ustadz Yusuf Mansur.
Betul bisnis butuh teori, strategi, planning, dan lain-lain. Tapi ada masa dimana semua teori-teori tersebut tidak ampuh. Saat dimana semua strategi dirasa tumpul. Ketika beban berat harus dipikul. Ketika tantangan besar harus dilewati. Ketika segala cara telah diupayakan. Dan ketika kita merasa sudah tidak kuasa untuk melakukan apa pun. Hanya satu kuncinya, jelas Ustadz Yusman, serahkan segalanya kepada Allah SWT. Hanya satu. Cukup hanya Allah saja. Dia akan memberi jawaban semua masalah kita. Mengangkat semua beban kita.
Petuah Ustadz Yusman ini mirip sekali dengan dialog dalam film Di Bawah Lindungan Kabah yang pernah saya kisahkan waktu itu. Saat si tokoh utama Hamid dimusuhi oleh seluruh warga kampungnya dan diusir dari desanya, sang ibunda Hamid berkata kepadanya “Ketika kamu tidak punya siapa-siapa selain Allah, ingat lah bahwa sebenarnya Allah itu lebih dari cukup.”
Sambil mendengarkan uraian Ustadz Yusman, kenangan menerawang ke saat-saat awal membangun usaha sekitar 2.5 tahun yang lalu. Ketika saya terjebak kredit macet karena beberapa usaha yang kami buka dengan modal pinjaman dari KTA (kredit tanpa agunan), tidak profit dan akhirnya kami tutup. Masa-masa yang traumatik untuk saya dan istri, karena untuk pertama kalinya (semoga untuk yang terakhir kalinya juga) berurusan dengan debt-collector.
Saya ingat sekali saat itu Idul Fitri, di rumah ibu saya, saya terima telfon dari teman fotografer di Jogja yang mengabarkan deal membeli lensa saya. Lensa tele kesayangan saya. Ya, terpaksa saya jual untuk membayar cicilan KTA yang benar-benar mencekik saat itu. Di hari yang harusnya kita semua berbahagia, hati saya hancur. Tidak hanya karena harus berpisah dengan lensa kesayangan saya, tapi juga karena memikirkan apa lagi yang harus saya jual untuk menutupi hutang-hutang KTA tersebut.
Itu lah masa-masa di mana saya tengah malam berdoa, berpasrah diri, menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Ya, tidak ada lagi yang bisa saya lakukan selain berserah diri. Saat sekitar sunyi sepi. Saat istri dan anak-anak sudah terlelap. Di tengah ketenangan dan kesendirian seperti itu lah, kita makin menyadari, bahwa cuma hanya Allah yang bisa menolong kita. Saat-saat seperti itu, airmata tidak malu-malu untuk keluar mengalir.
Setelah melalui hari-hari penuh perjuangan, doa dan airmata, akhirnya bisa juga kami melewati masa-masa sulit itu. Kami sudah berhasil melunasi sebagian KTA-KTA tersebut. Dari lima KTA bank asing yang kami ambil, sekarang tersisa satu KTA, yang kami targetkan untuk dilunasi tahun ini.
Di kursi Pesta Wirausaha kemarin, kilasan kenangan pahit itu muncul kembali. Airmata syukur mengaliri pipi. Karena Allah lah kami bisa melewati masa-masa sulit tersebut.
La hawla wa la quwwata illa billah. Tiada daya dan kekuatan selain Allah.
.
Depok, 1 Februari 2012
Owner & CEO Semerbak Coffee
Sumber :   http://muadzin.com

Kesimpulan  :
                         Dari penjelasan diatas kita dapat belajar bahwa bagaimanapun keadaannya, seperti apapun kondisinya kita harus tetap selalu bersandar hanya kepada Allah swt. Dengan itu segala masalah, kesulitan maupun keadaan dimana kita tidak punya siapa-siapa lagi untuk dijadikan sebagai penolong, maka kita akan tegar dalam menghadapinya karena kita yakin bahwa Allah swt selalu bersama kita.         


Nama             : Syuhada Makarim
Kelas              : 3 EB 13
NPM               : 22209295
Tugas             : Tulisan Inggris


Meraih Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual

Kekayaan masih menjadi pesona bagi sebagian besar manusia. Sebab kekayaan membawa kepada pintu segala kesenangan dan kebahagiaan. Kekayaan juga berarti kesempatan untuk menjadikan standar hidup menjadi lebih baik. Belum lagi kenyataan yang ''dikondisikan'' oleh manusia itu sendiri, bahwa kekayaan terkait dengan masalah posisi, status sosial dan kehormatan.
Wajar kemudian bila kekayaan begitu banyak menggoda manusia. Dan ditemukan kemudian, tidak sedikit manusia yang mengorbankan sisi kemanusiaannya dan mengabaikan keberadaan Tuhannya dalam kerangka pencarian dunia. Itu sebabnya, kekayaan juga bisa dalam sekejap berubah menjadi neraka dunia !
Bagaimana cara menghindari hal tersebut? Menurut Pimpinan Wisata Hati, Yusuf Mansur, menjadi kaya adalah sebuah keinginan yang wajar-wajar saja, sebagaimana keinginan untuk menjadi orang yang sukses baik secara pendidikan, jabatan dan lain sebagainya. ''Toh biar bagaimanapun, tidak ada larangan menjadi kaya -- harus malah -- asal bisa tetap bersyukur lagi saleh,'' tegas Yusuf Mansur saat memberikan ceramah tentang Financial Healing: Jawaban Bagi 1001 Masalah dan Keinginan yang diadakan oleh PT Telkom Bandung, di Bandung, Selasa (31/5).
            Acara yang dihadiri oleh ratusan Pegawai Telkom Bandung itu merupakan kerja bareng Telkom Bandung, DAR! Mizan, dan Wisata Hati. ''Dan untuk mengiringi langkah pencarian kekayaan itulah manusia perlu diingatkan, dan diberikan pengarahan yang jelas. Tujuannya, bagaimana bisa menjadi kaya tanpa harus memiskinkan hati. Apalagi bila memiskinkan orang lain,'' tegas Yusuf Mansur.
Sebelumnya, saat berceramah di Masjid Raya Batam Centre, Batam, Senin (30/5), Yusuf Mansur mengupas tema ''Fenomena Keajaiban Sedekah (Membangun Usaha dengan Spiritual). Acara tersebut diadakan oleh Majelis Taklim Humairah Kota Batam, yang dipimpi oleh Ny Rekaveny Soerya, dan dihadiri oleh ribuan jamaah yang datang dari Batam dan sekitarnya. Penulis seri buku Wisata Hati itu mengaku yakin benar bahwa bersedekah adalah kunci utama untuk menjadi kaya dan sukses. ''Banyak kejadian yang membuktikan itu. Dengan sedekah utang menjadi lunas, miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi,'' ujarnya penuh semangat.
Dari perjalanannya ke berbagai daerah, ustad muda kelahiran Jakarta tahun 1976 itu banyak menemukan fenomena keajaiban sedekah. Karena itu, kata dia, setiap insan perlu mempelajari ilmu sedekah. ''Meskipun terdengar sederhana, sedekah mampu membangun usaha dengan jiwa spiritual. Walaupun terdengar tak lazim tapi sedekah mampu membersihkan harta yang kita miliki dan mampu menggolkan proyek yang kita incar, Insya Allah,'' tuturnya.
Dia lalu mencontohkan tentang seorang pengusaha sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin. ''Sekarang gantilah sogokan Anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu dan anak jalanan. Kalau kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah dari-Nya, jangan dari manusia,'' ujarnya.
Sekarang, kata dia, bayangkanlah keuntungan yang akan Anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5 persen disedekahkan di muka. ''Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan? Inilah contoh implementasi membangun usaha dengan spiritual,'' paparnya
Saat berceramah di rumah Soerya Respationo, salah satu calon wakil gubernur Batam (mendampingi calon gubernur H. Nyat Kadir), Senin (30/5) malam, Yusuf Mansur menuturkan beberapa kisah ajaib bersedekah. Misalnya, kisah seorang lelaki bernama Mubalighun yang ditimpa masalah berat. 
            Karena selalu berutang dan dikejar debt collector, istrinya tidak tahan dan minta cerai. Pada suatu malam, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena pada keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di Pengadilan Agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran. Pokoknya Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh diri malam itu juga. ''Syukurlah dia sadar, dan teringat uang simpanannya sebesar Rp 300 ribu. Malam itu juga ia sedekahkan uang tersebut kepada fakir miskin. Keesokan harinya dia mendapatkan rezeki besar yang tak disangka-sangka, sehingga rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah,'' tuturnya.
Ada juga kisah seorang tukang bubur yang mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi? ''Begitu angka tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapat hadiah sebuah mobil Mercy,'' kata Yusuf Mansur.
Ny. Hasyimah, istri H. Nyat Kadir, membenarkan fenomena keajaiban sedekah. Suatu hari dalam sebuah acara ia ingin menyumbang sejuta rupiah. Entah kenapa rasanya berat sekali mengeluarkan uang itu. Akhirnya ia hanya menyumbang 500 ribu, namun apa yang didapatnya? Sejak itu ada saja uangnya keluar untuk berbagai keperluan. Jumlahnya sampai berlipat. ''Andai saja saya jadi menyumbang sejuta, saya yakin keadaannya tak akan seburuk itu,'' tandas Ny Hasyimah.
Ny Rekavenny Soerya juga bercerita banyak mengenai keajaiban-keajaiban sedekah, terlebih setelah mendengarkan berbagai ceramah. ''Pengalaman hidup kami membuktikan bahwa pendekatan spiritual, khususnya sedekah, merupakan kunci untuk meraih kesejahteraan finansial,'' papar Ny Rekavenny.

     ustad-yusuf.html



Kesimpulan  :
                         Dari penjelasan kita dapat mengetahui, bahwa untuk mempunyai harta yang banyak atau menjadi kaya dapat dilakukan dengan pendekatan spiritual. Mengapa demikian ?
Hal ini dikarenakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan milik Allah swt, jadi bila kita mempunyai keinginan maka sebaiknya kita mengembalikan atau meminta hanya kepada-Nya, salah satu caranya dengan sedekah. Sedekah merupakan ibadah sunnah yang tidak wajib dikerjakan tetapi mempunyai banyak faedahnya, seperti memperbanyak rezeki serta menolak bala.
                         Dari keterangan diatas, kita mendapatkan banyak pelajaran hidup tentang sedekah. Dengan sedekah kita dapat melunasi hutang, menjadi kaya serta mendapatkan solusi dikala kesulitan melanda. Sebenarnya konsep sedekah itu mudah saja, intinya jika kita memberikan sedekah dijalan Allah swt maka Allah swt akan memberikan yang lebih dari apa yang kita inginkan.
                         Jadi, baik dalam keadaan senang maupun sulit, sebaiknya kita harus selalu ingat dan bersyukur kepada Allah swt yaitu salah satunya dengan sedekah. Denga selalu ingat dan bersyukur kepada Allah swt, maka kehidupan kita akan menjadi lebih tenang, tentram serta tanpa beban dalam menjalani kehidupan ini. 

Nama             : Syuhada Makarim
Kelas              : 3 EB 13
NPM               : 22209295
Tugas             : Tulisan Inggris

Cerdas dalam Memilih Air Minum Kemasan

Anda masih ingat dengan pemberitaan air minum dalam kemasan beberapa waktu lalu? Seorang anak laki-laki di daerah Sukabumi, Jawa Barat, langsung mual-mual setelah meminum salah satu produk air minum dalam kemasan dari salah satu produsen ternama di negeri ini. Bahkan bukan hanya anak itu saja, melainkan orang lain di sekitarnya pun merasakan hal yang sama. Pada intinya kami bukan mengajak Anda untuk melihat betapa sedihnya keluarga yang mengalami keracunan tersebut. Tapi lebih kepada keinginan untuk menyadarkan Anda bahwa betapa sedihnya jika kita masih harus disusahkan dengan persoalan kebutuhan hidup yang sangat mendasar ini.
Air sebagai kebutuhan sudah digunakan oleh manusia sejak zaman dahulu. Disebut-sebut peradaban Mesopotamia yang menjadi awal perabadan dimana air menjadi kebutuhan dasar manusia. Terbukti letaknya yang berada di antara sungai Trigis dan Euphrats kala itu. Sampai sekarang manusia sangat tergantung dengan anugrah Tuhan yang satu ini dan belum diketahui akankah ada pengganti air dimasa depan.
Sifat air yang mudah melarutkan, membuat air mempunyai kandungan atau komposisi yang beragam. Tak jarang justru komposisi tersebut membuat kualitas air menjadi sangat buruk. Hal ini yang dilirik para pengusaha untuk membuat perusahaan yang bergerak dibidang air bersih terutama air bersih layak konsumsi. Saat ini lebih popular dengan istilah air minum dalam kemasan. Semakin ke sini perusahaan air minum semakin menjamur. Meski sudah ada standar untuk kualitas air minum, tapi apakah sudah menjamin produk yang dihasilkan aman bagi Anda? Jika ya, mengapa masih saja ada kasus keracunan akibat air minum dalam kemasan. Itu artinya air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran saat ini, tidak semuanya memiliki kualitas baik dan layak minum. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda bersikap hati-hati atau waspada jika ingin mengkonsumsi air minum dalam kemasan. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?
Berikut beberapa tips yang mungkin berguna untuk Anda saat membeli produk air minum dalam kemasan, antara lain:

1.       Memilih Distributor
Penyebaran produk air minum dalam kemasan biasanya dilakukan oleh produsen melalui distributor atau yang biasa disebut agen. Jalur penyebaran produk dengan melibatkan banyak pihak seperti ini kerap memunculkan beberapa tindak kecurangan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk menghindari kecurangan, kenali agen yang menjual produk tersebut. Pastikan Anda tidak menemui kecurangan yang dilakukan oleh agen, misalnya mengurangi isi, menambahkan isi, atau bahkan mengganti isinya. Kalau perlu tanyalah pada agen Anda siapakah suplier dari agen tersebut. Jelas atau tidak? Apakah supliernya tetap atau gonta-ganti?

2.       Penampilan Fisik
Sebelum membeli, cobalah perhatikan dengan seksama penampilan fisik air minum dalam kemasan tersebut. Kualitas air yang baik adalah tidak berwarna. Kemudian tidak ada benda asing di dalamnya. Yang tak kalah penting, perhatikan apakah ada lendir dalam air minum tersebut. Lendir dinilai penting karena dengan adanya lendir mengindikasikan air tersebut telah tercemar.

3.       Label Jelas
Produk air minum dalam kemasan yang baik selalu disertai dengan label yang jelas. Biasanya produsen akan mencantumkan unsur-unsur yang terkandung dalam air. Contohnya pH air, kandungan mineral serta unsur-unsur lainnya. Air minum dalam kemasan yang baik juga akan mencantumkan alamat produsen, depot isi ulang, proses yang dipakai untuk sterilisasi, serta petunjuk penyimpanan.

4.       Segel Tidak Rusak
Selain label, pastikan juga segel dalam kondisi yang masih utuh. Biasanya segel diletakkan pada paling luar pada bagian tutupnya. Perhatikan tulisan yang terletak pada segel. Ini sangat variatif pada setiap produsen air minum dalam kemasan. Tapi biasanya pada segel akan tertera tanggal produksi, nama perusahaan, standar SNI, sertifikasi Badan POM, dan tanda untuk membuka segel.
5.       Bebas Pengawet
Akan lebih baik lagi jika air minum dalam kemasan yang Anda konsumsi tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna, dan gula buatan. Sehingga selain dapat menghilangkan dahaga, produk tersebut juga baik untuk kesehatan tentunya.




Kesimpulan  :
                         Dari penjelasan diatas, kita dapat mengetahui bahwa pemilihan air minum kemasan sangatlah penting. Hal ini dikarenakan, saat ini air merupakan kebutuhan pokok manusia yang belum tergantikan oleh zat apapun. Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia terutama sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Oleh karena itu, kualitas air yang digunakan untuk minum menjadi hal yang utama dan harus diperhatikan dengan baik. Apabila kualitas air kurang baik tentu akan mempengaruhi kesehatan yang meminum air tersebut.
                         Saat ini air minum sudah diproduksi dengan berbagai macam varian, mulai dari air yang tidak berwarna atau biasa dikenal dengan air putih hingga air yang terdiri dari berbagai warna. Selain itu, air minum yang ada saat ini juga banyak terdapat zat-zat lain yang ditambahkan, mulai dari vitamin yang bermanfaat bagi tubuh hingga zat pewarna yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
                         Oleh karena itu, pemilihan air minum kemasan menjadi penting untuk saat ini, sebab air yang kita minum akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Pemilihan air kemasan dengan kualitas yang baik, tentu akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.